Selasa, 19 Maret 2013

10 Film Favorit Saya

Udah lama nih nggak bikin note, jadi agak bingung mau nulis apa. Kebetulan kemaren nonton beberapa film, jadi akhirnya nulis tentang film deh. Tentang 10 film yang pernah saya tonton dan jadi film favorit saya. Karena banyak sekali film bagus yang pernah dibuat, ditambah pengalaman menonton film saya yang sebenarnya nggak banyak-banyak amat, membuat memilih 10 film diantaranya terasa sulit banget. 

Karena itulah saya menamai daftar ini sebagai 10 film favorit saya. Subjektif, karena memang sesuai dengan selera pribadi dan bisa jadi nggak sesuai dengan selera kawan-kawan. Tapi tentu saja, film-film ini layak dicoba untuk ditonton. Berikut ini daftarnya: 

1. Shawsank Redemption 

Karakter unik Andy Duffre (Tim Robbins), seorang bankir yang masuk penjara karena dituduh membunuh istrinya memang kekuatan utama cerita di film ini. Cerdas, impulsif, optimis dan tidak pernah mau didikte. Menghadapi kehidupan penjara yang keras dan kejam, ia tampil dengan gaya berfikir yang berbeda dari para narapidana lainnya. Ia memberikan bukti bahwa ketekunan akan membuat hal yang mustahil menjadi mungkin. 

Kisah Shawsank Redemption sangat menarik. Gambaran suasana penjara yang keras, mulai dari perilaku homoseksual hingga konflik Andy dengan kepala sipir akan menjadi penghibur kita sepanjang film. Begitupun bagaimana persahabatan antara Andy dan Reed (Morgan Freeman), mungkin saja akan mampu menginsprasi anda yang menontonnya. Plus sedikit twist menjelang penghujung film yang tidak akan kita sangka-sangka.

2. Eternal Sunshine of the Spotless Mind 


Eternal Sunshine of the Spotless Mind bercerita tentang sebuah jasa untuk menghapus ingatan tentang seseorang. Joel (Jim Carrey) dan Clem (Kate Winslet) adalah sepasang kekasih yang bertengkar kemudian menggunakan jasa dari perusahaan tersebut untuk menghilangkan ingatan tentang pasangannya tersebut. Namun kemudian ketika proses penghilang ingatan itu berjalan dan ingatan tentang pasangannya perlahan menghilang, mereka justru mulai menyadari bahwa mereka masih saling mencintai. 

Dengan alur yang tidak biasa dan tema yang unik, ditambah penggambaran yang artistik membuat film ini terasa sangat lengkap. Pemilihan castnya terasa pas. Baik Jim Carrey maupun Kate Winslet sukses menjalankan perannya dengan sangat baik. Bahkan para pemain pendukung macam Mark Rufallo (yang jadi Hulk di the Avenger), Elijah Wood (ingat Frodo Bagins) atau Kristen Dunst (dia bukan ceweknya Spiderman lagi) berhasil melengkapi karakter-karakter utama di film ini dengan nyaris sempurna. Karena itu bagi anda pecinta drama romantis, ini adalah salah satu film yang tak boleh dilewatkan. 

3. 3 Idiot 

Saya telah terpisah cukup lama dari film India, ketika 3 idiot hadir. Ekses dari sulitnya mendapatkan film India baru untuk ditonton plus paradigma masyarakat urban yang bilang “Film India itu norak,” membuat saya dan juga keluarga saya yang hampir semuanya penggemar film India itu terlambat sekali menyaksikan film ini. 

Tapi ketika saya akhirnya menonton film ini, saya dengan bangga berani bilang film India itu keren. 3 Idiot mungkin dibuat untuk mengkritisi pendidikan di India (dan di Indonesia juga seharusnya) yang terlalu bertumpu pada pemahaman teori semata. Dengan plot alur maju mundur, cerita yang seru, komedi-komedi yang menggelitik, dan juga adegan-adegan yang menguras air mata plus akting menawan tiga sekawan yang dimotori Amir Khan ini, membuat waktu hampir 3 jam (selayaknya film India lainnya) terasa tidak akan membosankan. 

Film 3 Idiot adalah pembuktian bahwa film India sudah melangkah maju. Bukan lagi isinya cinta dan nyanyi melulu. Tidak sedikit justru diantaranya yang kualitasnya berada di atas rata-rata dan masuk kategori wajib tonton. Dan 3 Idiot ini adalah satu diantaranya. 

4. Emak Ingin Naik Haji 


Si Emak bercita-cita ingin naik haji dan sang anak tak punya kemampuan untuk mewujudkan cita-cita emaknya tersebut. Berangkat dari tema sederhana inilah film Emak Ingin Naik Haji dibuat. Dan Aditya Gumay tampaknya memang adalah sutradara paling pas untuk membesut film dengan tema-tema semacam ini. 

Ditengah sedikitnya film dalam negeri yang layak disebut berkualitas, film Emak Ingin Naik Haji adalah salah satu film bertema religi yang kualitasnya cukup memuaskan semenjak Rindu Kami Pada-Mu arahan Garin Nugroho. Meski konfliknya terasa sederhana, namun Aditya Gumay sukses membangun karakter-karakter yang membuat cerita film ini tidak monoton. Kredit tersendiri juga layak diberikan pada Aty Cancer dan Reza Rahadian, tanpa akting menawan keduanya, mungkin film yang diangkat dari cerpen berjudul sama ini akan bernasib berbeda. 

5. The Dark Knight 


Mereka yang suka Batman sudah pasti akan menonton film ini. Namun saya dari kecil tidak suka Batman. Tapi setelah kemudian akhirnya saya menonton seri kedua film Batman era Nolan ini, sejak saat itu pula saya jadi jatuh cinta pada Batman dan membuat saya jadi menganggap film-film hero lain macam Spiderman, Hulk, atau Superman tidak ubahnya sekedar film anak-anak biasa. Berlebihan? Mungkin. Tapi tidak ada yang meragukan bahwa Christopher Nolan sukses membesut film ini dari segala sisi. 

Action yang luar biasa, cerita yang rumit namun menarik, dialog-dialog yang keren, serta akting para pemainnya yang seolah memang dilahirkan untuk karakter yang diperankannya. Christhoper Nolan membuat kisah Batman kali ini terasa makin kelam. Dia juga sukses membuat saya jatuh cinta pada karakter Joker (Heath Ledger). Ia dan Heath sukses menghidupkan karakter Joker sebagai penjahat sakit jiwa yang jadi musuh Batman nomer satu. 

Well, baik Christopher Nolan maupun Heath Ledger telah memberikan standar sangat tinggi bagi siapapun kelak yang ingin menggarap film Batman kembali atau memerankan sosok The Joker lagi. 

6. Truman Show 


Truman Show adalah bukti betapa imajinasi tanpa batas manusia. Berkisah tentang kehidupan Truman yang ternyata hanyalah sebuah proyek reality show super besar. Semua orang yang ada di hidupnya hanya aktris dan aktor. Kota tempatnya tinggal benar-benar sebuah set raksasa. Dan kehidupan Truman dari pagi hingga malam, selama 24 jam ditayangkan di televisi seluruh dunia. Menjadi reality show paling popular. Jadi bayangkan saja, sebuah hidup yang palsu, teman-teman yang palsu, dan cinta bahkan orang tua yang juga palsu. Dan Truman hidup di dalamnya. 

Truman Show adalah drama comedy yang menghibur, sekaligus inspiratif. Kita akan dihadapkan tentang bagaimana Truman menghadapi sekaligus keluar dari kepalsuan yang selama ini dijalaninya. Memilih untuk meninggalkan hidupnya yang nyaman menuju dunia luar, dunia sebenarnya. Secara nggak langsung mengajarkan kepada kita untuk berani membuat pilihan. Meski kadang pilihan itu berarti harus keluar dari zona nyaman kita. 

7. The Message 


Ini mungkin film epik paling dahsyat dan monumental bagi umat Islam. Dengan penggarapan kelas Hollywood masa itu, jadilah film ini salah satu film tentang Rasulullah dan kelahiran islam yang cukup bersejarah. Disutradarai oleh Mustapha Akkad dan dibintangi oleh Anthony Queen yang berperan sebagai Hamzah, paman Rasulullah, film ini menceritakan tentang kehidupan nabi Muhammad mulai dari ketika beliau diangkat menjadi Rasul hingga wafatnya beliau. 

Meski menurut saya serial Omar jauh lebih baik, namun untuk bentuk film, The Message masih yang terbaik. Moustafa Akkad dengan segala tantangan yang harus dihadapinya untuk memfilmkan rasul (tidak boleh menampilkan sosok dan suara Rasulullah) terbilang sukses menyutradarai film ini. Bahkan ia berhasil memvisualisasikan suasana bangsa arab di masa awal kelahiran islam. 

8. District IX 


District IX adalah film bertema alien. Namun, tidak seperti film-film alien lainnya macam War of World atau Independience Day dimana para alien di sana bisa seenak udelnya membasmi umat manusia, di District IX ini para alienlah justru jadi makhluk yang tertindas oleh manusia. 

Berseting di Afrika Selatan, film ini konon memang merupakan penggambaran mengenai Aphartheid yang pernah terjadi di sana. Bahkan sutradaranya sendiri memang orang sana. Karena itulah, cita-cita para alien untuk kembali ke pesawat luar angkasa mereka merupakan bentuk gambaran cita-cita para orang kulit hitam di afsel akan kebebasan dan persamaan hak. 

Meski kelihatannya film ini berbudget pas-pasan, namun tidak mengurangi sedikitpun kualitas film. Apalagi tema alien yang berkesan science fiction, ditambah upaya-upaya para alien menghadapi diskriminasi yang mengundang simpati, akan mengetuk perike-alien-an kita. 

9. Se7en 


Jika anda mennganggap Jigsaw Killer di film Saw itu kejam, maka anda juga perlu berkenalan dengan Jhon Doe di film Se7en. Ya, se7en bukan nama artis korea tapi sebuah film bertema pembunuhan yang dirilis di tahun 1995. 

Se7en bercerita tentang dua polisi beda generasi (diperankan oleh Morgan Freman dan Brad Pitt) yang sedang menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang menggunakan 7 dosa terlarang di dalam Bible sebagai tema pembunuhannya. Penyelidikan mereka mengarahkan mereka kepada Jhonn Doe sebagai pelakunya. Berhasil ditangkap dengan cukup mudah, ternyata semua belum selesai. Jhonn Doe belum menyelesaikan ke 7 dosa terlarangnya. 

Nama Morgan Freeman adalah jaminan mutu, sementara Brad Pitt sedang berada di puncak aktingnya, membuat kita yakin film ini tidak meragukan bahkan sebelum menonton filmnya. Jhonn Doe yang kejam, psiko dan membunuh tanpa alasan, akan membuat anda bergidik ngeri dengan metode-metode pembunuhan yang digunakannya. Seolah semuanya telah sengaja diatur olehnya dengan sangat rapi. Plus bersiap-siaplah, karena film ini memberikan twist-ending yang benar-benar mengejutkan, sekaligus memuakkan. 

10. Inception 


Sejak menonton The Dark Knight, saya berjanji akan menonton semua film arahan Cristhopher Nolan. Dan janji itu membawa saya pada Inception. Dari Cast ada nama-nama besar macam Leonardo Dicaprio (pasti tau kan?), Joshep Gordon-Levit (lagi laris-larinya waktu itu), serta Ken Watanabe (yang jadi Katsumoto di film The Last Samurai). 

Awal-awal menonton film ini, asli saya sama sekali tidak mengerti, bahkan bisa dibilang bikin ngantuk. Berat. Boleh dibilang ini memang jenis film yang bikin kita harus mikir waktu menontonnya.. Tapi ketika film ini selesai, saya berani bilang ini adalah jenis film yang kita rela duduk menghabiskan credit titlenya untuk menghormati para pembuatnya. Luar biasa. 

Temanya adalah tentang menanamkan sebuah pemikiran kedalam mimpi seseorang. Imajinatif tapi menarik. Seluruh karakter dimainka dengan pas. Alur yang lambat di awal film dibayar lunas dengan action yang menawan di penghujung film. Perlu perjuangan untuk mengikuti film ini dari awal sampai akhir, tapi saya yakin anda akan menyukai film ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar